Monday, September 9, 2013

Lama rasa hati ini...


Lama rasa hati ini tak bicara pada hati
Hati yang lama gersang dek kealpaan
Hati bisu yang tiada bicara tentang kebaikan
Hati buta pada indah kalam kebenaran
Hati tuli dari mendengarkan nian pedoman

Lama rasa hati ini tak mendendangkan puisi
Puisi hati yang sering meluah rasa
Puisi tanpa bicara itu sudah lama tak kedengaran
Puisi yang menjadi oboran semangat tuk terus melangkah
Puisi hati itu berlagu sepi dek maksiat yang melanda hati

Lama rasa hati ini berdiam durja
Durja yang melanda jiwa yang kosong
Durja yang berombak resah bermain rasa
Durja hati yang dibelenggu dek keasyikan
Durja yang merasuk jati diri iman dalam diri

Lama rasa hati ini tak meluah rasa
Rasa sakit yang menekan ulu hati
Rasa yang bermacam rasa bersilih ganti
Rasa kehambaan yang telah lama hilang
Rasa manisnya iman yang kian tawar dek diri yang alpa


Lama rasa hati ini tidak seperti ini..kembali padaMu…Alhamdulillah!

20/02/2012
Inderamahkota 16

Rasa yang selalu datang dan pergi...kini datang lagi..semoga tak pergi lagi...

Ku mulakan sekali lagi!

Aku mula menulis dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang… Bismillah!


Dengan titipan jari jemari yang menari di papan ‘keyboard’ aku belum pasti apa yang bakal ku tulis nanti, bergunakah? Untuk dititipkan kepada yang mahu mengambil pelajaran bahkan untuk rujukan ku sendiri suatu masa nanti. Semoga ya! Sepertimana tulisanku sebelum ini, ku tak tahu sejauh mana ia dibaca ataupun diterima oleh mereka yang diluar sana, tapi ianya sangat berguna untuk menarik aku kembali saat aku lupa dan leka. Bilamana menelaah tulisan-tulisan ku yang lama kadang mampu untuk menggertak jiwa yang semakin jauh meninggalkan keistiqamahan aku suatu masa dulu. Kadang mengetuk pintu hati yang semakin lalai dengan hiburan yang dulu tak pernah aku hiraukan. Bagaimana aku dulu dan sekarang melalui tulisan ku sendiri sudah boleh ditebak, penyampaian dan pengharapan dalam setiap tulisan aku benar-benar dari hati yang sangat mengharapkan tuhannya..tiada lain. Tapi betapa jauhnya aku telah meninggalkan kebaikan-kebaikan yang ada pada jiwa ku senidiri, ku abaikan segala santunan hati yang mudah tersentuh kepada kebaikan. Astaghfirullah! 

Huhu.. sekian lama tidak menulis, seakan kaku tuk memulakan tarian jemari ini... sedari tadi aku mahu menulis tentang sesuatu yang ku temukan dalam simpananku semenjak 3 atau 4 tahun yang lepas. tulisan tanganku didalam buku-buku nota yang pernah menemani hidupku di alam kampus dulu, tapi ku abaikan dulu, kerna masih banyak yang perlu di 'edit' untuk mengurangkan 'kebodohan' dan kecelaruan yang timbul... kerana bila aku membacanya semula, jelas sekali nampak ketidakmatangan pada usia ku tika itu...dan aku sendiri malu membacanya..haha..nampak gayanya aku tak mampu meneruskan tarian di keyboard, tapi tetap ada tulisan yang telah ku siapkan untuk rujukan ku sendiri suatu masa nanti! 

Manusia itu punya akal untuk berfikir..punya hati untuk merasa… punya anggota yang ‘full ‘ manfaat sepenuhnya yang dicipta Tuhan untuk kita gunakan, antara dua sama ada kebaikan atau kejahatan… itu bergantung pada hati dan akal yang mahu berfikir… punya iman untuk membuat pertimbangan.  Seringkali mendengar manusia berkata, belum dapat hidayah untuk berubah dari sesuatu keburukan kepada kebaikan. Dan ada ketika mereka berkata, kenapa saya tak jumpa seseorang yang boleh ubah saya dulu, kalau lah dulu.. kalau lah… itu juga yang melanda jiwaku waktu dulu. Dan sering kali manusia itu menunggu-nunggu waktu dan saat ketika mana keaadaan mahupun musibah ataupun sesuatu berlaku kepada dirinya baru mahu berubah dan memulakan langkah. Bahkan perlu diketuk, disepak terajang baru mahu sedar, baru mahu berubah. Bukan kah itu yang sering terjadi dalam hidup kita… saat sakit mula ingat Dia… saat susah baru mahu kembali kepada Dia… saat resah gelisah, parah  ditarah tusukan duri dunia baru mahu tinggalkan segala keduniaan yang selama ini menjadi tuhan dalam kehidupannya.

Manusia sememang begitu, mudah lupa yang sering disapa dengan lalai dan leka lalu alpa pada hasutan dan kehendak nafsu yang beraja. Dan sememangnya fitrah manusia untuk kembali kepada Tuhannya… namun sebetulnya tidak perlu diketuk, ditempeleng dengan ujian-ujian dunia, manusian punya akal dan hati bukan? Seperti bicara kita diatas… bila akal berfikir…akan ada jawapan kepada setiap persoalan jiwa yang bermasalah, bila punya hati… saat hatinya sakit  , perasaan dan naluri kemanusiaan itu pasti merasa jauh dari Tuhannya, maka imannya mendorong hati untuk kembali kepada sebuah penyesalan dan pertaubatan hati. Maka dia pasti kembali kepada rasa kehambaan kepada tuhan yang menciptakan dia dari air mani yang hina sehingga menjadi manusia yang dewasa. Dan kini teguh berdiri di dunia ini dengan ihsan dari tuhannya yang menggerakkan segala anggota pada dirinya untuk berfungsi.  La haulawalaquwwataillabillah….

Harus menunggu saat dan tika mana lagi ? bukankah saat dan ketika ini dunia semakin menghampiri pengakhirannya? Bukankah umur yang semakin meningkat menjadikan singkatnya hayat kehidupan kita di dunia ini? Harus menunggu apa lagi? Apa? Astaghfirullahal a’zim… aku kembali padaMu tika ini dan saat nyawa benar-benar sudah sampai waktunya, kembalikan aku ke syurgaMu…

6/9/13
1.19 pm

* aku mahu kembali menulis!  inshaaAllah...semoga istiqamah! fighting!!!

Wednesday, May 22, 2013

Quantum Tarbiyah




Bismilahirahmanirahim…sekali lagi dengan izin Allah, sesungguhnya tiada daya dan upaya keatasku melainkan Allah…

Alhamdulillah idea full manfaat  yang  ditulis dalam karya Quantum Tarbiyah sedikit sebanyak memberi inspirasi buat diri ini menulis something , insyaa Allah bermanfaat berbanding nothing!  Sebenarnya pembacaannya belum habis tapi spirit untuk memulai telah meledak, insyaaAllah semoga penulisannya sentiasa diiringi keberkahan agar tak lari dari landasannya, semoga Allah redha. Subhanallah! cepat masa berlalu… sungguh! Kita benar-benar  berada di akhir zaman! Namun masih ramai yang alpa dan terleka, bukan begitu?

Gayanya penulisan aku keterikutan gaya penulisan bukunya Pak Solikhin gitu.. sebetulnya buku ini telah hamper setahun lebih berada dalam koleksi buku yang dibeli, cumanya saat ini baru betul-betul mahu membaca dan mengahadamnya, kumulakan pembacaan dua hari yang lepas, pembacaan dari awal semula..padahal sebelumnya sudah ada lipatan di bahagian pertengahan menandakan aku sudah mulai membacanya saat awal pembelian buku ini, Cuma waktu itu..hati lalai! Takde  mood untuk menghabisinya…, padahal tujuan asal aku membelinya adalah untuk memperbaharui niat untuk berubah dan untuk menimbulkan semula minat membaca ketika itu yang semakin merosot..hehe.

Alhamdulillah saat dan ketika ini Allah masih beri peluang untuk aku memanfaatkannya dalam sisa masa yang diberi saat pengangguran ini. Punyai banyak masa untuk menghadap buku dan meraih prestasi sebelum datangnya waktu sibuk bekerja yang entah apa akan jadi..?

Ku kongsikan kata-kata dan kalam yang menusuk hatiku untuk terasa…

“jangan banyak ketawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah adalah tenang dan tenteram. Jangan senang bergurau, kerana umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus-menerus”

Tenang untuk menang petua Hassan al-banna:
  1.  Aku tahu bahawa rezekiku tidak jatuh ketangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang
  2. Aku tahubahawa tugasku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.
  3.  Aku tahu Allah selalu melihatku, maka aku malu jika aku menjatuhkan diriku dalam lumpur dosa.
  4.  Aku tahu ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya.


Tulisnya biar manfaat ya!

Dulu saat dikampus..aku pernah mengambil  sedikit  idea dari buku ini dalam usrah bersama adik-adik, tapi pembacaan aku tika ini belum sampai pada bab tersebut. Ianya  tentang  Filosofi Pohon Pisang:

Engkau tahu pohon pisang? Dimana pun dia berada ia selalu tumbuh dan berbuah, tak mengenal masa dan tak gampang lelah. Begitu dipotong ia tumbuh lagi dan terus tumbuh, sebab baginya kematian itu tidak dihadapi dengan kepasrahan tapi disiapkan dengan menumbuhkan pohon dan buah yang baru. (New Quantum Tarbiyah : m/s 206).

Ayo! Terjemahkan filosofi ini kedalam diri…begitu banyak makhluk ciptaanNya yang memberi pengajaran buat hamba yang mahu mengambil pelajaran!

Ya Allah seandainya aku masih disana…dalam halaqah itu! Namun itu takkan bisa!

*Kredit buat acu y meneman dan menyarankan aku tuk membeli buku tersebut semasa kami sama-sama ke jalan tar untuk shopping!

* Ahamdulillah juga telah dapat menghabiskan bacaan 'Bila Allah Menduga Kita' dan novel karya Dr.Farhan Hadi, Inshaa Allah dikongsi di lain masa...

Saturday, May 18, 2013

Satu perenggan kata....sekadar secicip usaha...

                    Alhamdulillah...menelusuri perjalanan blog nie yang dah hampir 5 tahun di alam maya nie... walaupun dari tahun ke tahun semakin berkurang karya yang diterbitkan di ruangan blog bisu ini...huhu tetap saja syukurku kepada Dia yang telah memberi ruang dan ilham untuk aku tetap menulis...walaupun kadang tulisan aku bukan lah 'terbaik !!!' sangat pun...aku tersangat tahu itu....tapi tetap juga nak menulis walaupun  seremeh yang sedang aku tuliskan sekarang nie..hehe...langit sedang bergemuruh dengan guruh dan petir...hujan belum turut sama berpesta rahmat...semoga istiqamahkan aku Ya Allah.... walaupun bukan untuk siapa-siapa...tetap sahaja moga manfaatnya berbalik kepada aku sendiri... hanya ini yang termampu...

SUBHANALLAH...

ALHAMDULILLAH...

ALLAHUAKHBAR...

LAILAHAILALLAH...

SAHABAT FILLAH...


Teristimewa buat sahabat-sahabat yang ku kasehi…ukhwah Fillah…Sekali lagi ku nukilkan kalam buatmu sahabat… Yang selalu ku rindu…

SAHABAT FILLAH

Sahabat…

Saat suatu masa…pertemuan yang mengenalkan kita
Kepada sebuah erti persaudaraan dan anugerah berteman…

Saat dalam halaqah ilmu dan kepedulian kita
Kepada sebuah dakwah dan tanggungjawab kepada ummah…

Saat bersama yang mengeratkan dan memperkukuhkan kita
Kepada sebuah rasa kehambaan dan keyakinan padaNya…

Segalanya indah…

Tatkala bersama dalam sebuah pelayaran ukhwah
Walaupun perpisahan itu memeritkan, berjauhan itu meresahkan…

Namun berpisah tak pernah merenggangkan, berjauh tak pernah menjarakkan…
Kerna saat  ku dongak ke langit…

Ku pasti… kalian juga memandang langit yang sama..
Kita juga berpijak pada bumi yang sama…

Lantas bagaimana ukuran jauh dan dekat
Dihitung dalam matematika sebuah persahabatan?

Bukankah dalam retorik kata, punya doa dan harapan?
Apapun jua…Kita tetap sahabat hinga ke syurga…

Ya Rabb!
Selaut rahmatMU ku mohon kan keatas kami

Moga diberkati dan diredhai ikatan yang terbina
Atas nama Ukhwah Fillah!

Teguhkan hati kami untuk terus berada di jalan keredhaanMu
Istiqamahkan kami di jalan perjuanganMu

Jadikan kami hambaMu yang selalu bersyukur…
Dan sekali lagi… tetapkan kami sebagai sahabat hingga ke syurgaMu…

~dzatuun_nithaqaini~
      11.56 p.m
       13/05/13

*insyaaAllah bakal dihantar ke segmen nukilan di I.K.I.M fm jumaat 10 malam...

Tuesday, May 14, 2013


Bismillahirahmanirrahim…

3/5/13 : 3.23p.m

Alhamdulillah… baru nak menyempatkan diri untuk menulis semula…baru-baru ini berkesempatan untuk ke pesta buku pada hari pertama diadakan, permusafiran selama 2 hari bersama temanku, liza pada 25 dan 26 hb yang lalu… dalam jalan-jalan cari buku, terjumpa 3 buah buku tulisan Oki yang sekian lama dicari di pasaran, harganya boleh tahan mahalnya berbanding buku-buku keluaran Malaysia..hehe tp masih saja membelinya, tak mahu ketinggalan memilikinya, pasti ada hikmah di sebalik kemahalannya, bukan begitu? dengarnya Oki dah menulis buku ke-5..buat masa ini belum memulai pembacaan buku ke-3, cahaya diatas cahaya…masih mahu menghabiskan dulu pembacaan ‘Bila Allah Menduga Kita’ yang tinggal 1/3 lagi dari m/s nya. Pada awalnya aku ingin menghabiskan bacaan buku tersebut dahulu tapi buku  Sejuta pelangi melambai2 memanggil aku untuk membukanya dan terus membuat aku membuka helaian-demi helaian sehingga tamat akhirnya…sehari suntuk aku menghadap buku sejuta pelangi dengan mata yang sembab..huhu…entah kenapa karya Oki lebih menarik minat aku untuk menyelesaikan pembacaannya berbanding buku-buku lain yang aku beli…

MELUKIS  PELANGI & SEJUTA PELANGI  (maaf, aku dah lupa susunan dan warna pelangi..huhu)

Membaca kedua-duanya membuat hati terkesima dan terkedu dan tak dapat menahan air mata dari keluar… begitulah aku, hati tersentuh bilamana ia benar2 menginginkan hati itu disentuh…dari kalam yang di ilham Tuhan buat hambanya. Sungguh hati yang ingin mencari kebenaran pasti akan tersentuh, dengan kisah-kisah sejuta pelangi dan si pelangi itu sendiri… Subhanallah! Allah yang membolak balikkan hati…semoga hatiku terus istiqamah menjaga hati dan akal…agar tak berbolak-balik kepada kemaksiatan dan keburukan…begitu juga buat mereka-mereka yang masih dalam pencarian mencari erti hidup bertuhan…semoga terus istiqamah ya!

 Oki Setiana Dewi… pada awal mengenalnya dalam filem ketika cinta bertasbih aku masih kurang meminatinya… entah kenapa? Kerna pada gambaran awal Anna Al-Thafunnisa’ dalam bayangan aku pada pembacaan novel Kang ABik Dalam ketika cinta bertasbih bukan begitu orangnyaa…aku sedikit keciwa dengan watak Anna dalam filem berbanding novel…Aarghh..sesuatu yang bukan kita boleh jangkakan…tapi kini aku mula terdetik kagum pada susuk seorang yang berpangkat adik bagiku… tapi punyai potensi yang luar biasa! Dan bila menyelusuri detik kehidupan yang diceritakan dalam karyanya buat aku bertambah iri dengannya.. begitu mengenal sedikit kisah hidup, penghijrahannya dan kisah-kisah orang disekelilingnya membuat aku malu sendiri…

Aku bagaimana? Masih kurangnya amat…terlalu banyak perkara yang telah aku abaikan dalam kehidupan seorang aku dan insan-insan disekelilingku… begitu lama rasanya aku terawang-awang dalam dunia khayalan yang tak membuah kebaikan, malah menambah jauh aku dari keimanan…tapi hatiku masih dipegang Dia Yang Maha Penyayang…Dia selalu memegang hatiku aku agar tak terus hanyut dalam gelombang dunia yang sangat mengasyikkan, yang selalu membuat hatiku berbolak balik antara nikmat dunia dan akherat… yang mana satu menjadi pilihan? Pasti akherat itu yang aku inginkan meraih nikmat teragung dariNya, namun hati itu…hati itu seringkali lalai terleka dengan nafsu dan hasutan sang syaitan.. Ya Allah…tempatkan aku di tempat yang Kau berkahi bersama-sama orang-orang yang Kau redhai dan yang Kau beri petunjuk ke  jalan yang lurus tuk menuju akheratMu yang tersangat pasti.. namun bagaimana nasib hambaMu ini nanti…? Andai dunia tak kujadikan sebagai ladang amal tuk ku menuai di akherat kelak..perbekalan apa yang ku punya? Raihlah kami  dalam rahmat kaseh sayangMu selalu..Ya Rabb!

(mungkin sambung lagi…dengan tajuk buku lain pula..hehe tak tahu bila akan post…apa yang penting tulis dulu…daaa…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

CAHAYA DIATAS CAHAYA
13/05/13

Alhamdulillah…setiap kali aku menghabiskan bacaaan buku pasti keinginan untuk menulis membuak-buak, walhal saat dalam proses pembacaan lagi datang ilham untuk menulis tapi tetap aku abaikan, entah bila bakal terluah…akhirnya malam nie mood datang…. Kali ini buku yang dapat aku habisi pembacaannya adalah karya OSD…hehe. Buku ketiga beliau selepas ‘melukis pelangi’ dan ‘sejuta pelangi’ yang telah awal aku habiskan pembacaannya... padahal buku Allah Menduga Kita yang telahku mulakan pembacaan belum ku khatamkan lagi...

Untuk pengkisahan ‘Cahaya diatas Cahaya’ bertemakan ilmu dan berlatar belakangkan  Makkatul Mukaramah (Nak tahu lebih banyak? Bacalah sendiri..hehe).Sangat banyak momen yang menarik dan mencuit hati keci ini, membuat dada sebak dan mengalirkan air mata. Semuanya kerana sedar diri bahwa aku masih kerdil dihadapan Dia…betapa masih banyak yang aku perlu lakukan dalam proses menambah baik diri. Keinginan dan kecintaan untuk menjejak tanah suci telah kutanam, tapi saat pembacaanku ini baru tersemat kuat dan azamku pasti! Walaupun aku sendiri tak tahu bila dan bagaimana akan terealisasi, namun segalanya mungkin dengan kehendakNya.

Catatan pencarian ilmu OSD sangat membuat aku teruja dan sekaligus cemburu padanya, pada usia semuda itu dia bisa menggapai impiannya, semuanya kerna Dia… Bagaimana kesungguhannya dalam mencari ilmu, belajar bahasa arab dan menghafal quran… malah sempat pula berbagi citra ilmu, pengalaman dan cinta kepada insan-insan disekelilingnya, malah menjangkaui perbatasan negeri dan bangsa, OSD telah mrentas lautan dan bumi milik Tuhan hanya untuk apa? Ilmu dan perbaikan… sedang aku? Belum pun keluar dari kepompong masyarakat kampong sendiri…mengenal pun belum apatah lagi mahukan perubahan… Astaghfirullahal’azim…

Citra warna dan wajah Makkah digambarkan sebegitu membuat aku ingin sekali menjejak bumi barakah tersebut, bumi sejuta warna dan sejarah…yang selama ini aku hanya tahu dari pengkisahan dan pembelajaran di sekolah, yang telah lama aku tinggalkan pun…untuk merasai dan meyerap masuk kedalam diri tika itu pasti bukan suatu yang mudah, kerna aku belajar agama hanya kerna ‘A’ , aku menghafal ayat-ayat quran  hanya sebagai syarat lulus! kerana itu subjek wajib dan aku tak nafikan kecenderungan kepada agama membuat aku suka dengan subjek tersebut, namun dalam banyak-banyak tajuk, bab haji dan umrah yang paling aku payah nak hadam…huhu.. Itupun cuma untuk 1 subjek Pendidikan Islam!  Semestinya itu yang aku dapat! Langsung tak pernah memasang niat suatu hari nanti aku akan ke sana. Di university pun aku tidak punya rasa yang sebegitu kuat untuk sekadar memasang angan ke sana, tapi bilamana mendengar cerita sahabat yang telah kesana, baru ku tersedar akan kepentingan untuk memasang niat tersebut! Alhamdulillah Dia telah bagi aku rasa, ingin dan harap untuk menjejakkan kaki kesana, inshaaAllah semoga dipanjangkan umur emak, aku ingin bersamanya kesana…

Sementelah pula… seorang sahabat @ kawan sekolah n ‘dua’ kampong ku bakal menunaikan umrah bersama ibu dan abangnya tak lama lagi..Irinya…x salahkah iri pada ilmu dan kebaikan? Semoga saja aku terus istiqamah memperbaiki diri dan dilimpahkan rezeki oleh Yang Maha Berkehendak…untuk punyai kemampuan dan kekuatan untuk kesana pula nanti inshaa Allah, semoga dipemudahkan.Tapi aku belum pun menyempatkan diri menziarahinya sekali lagi untuk ku titipkan sesuatu…semoga masih sempat bertemu dengannya. Ingin sekali lagi memohon maaf atas keterlanjuran kata-kata dan sikap sepanjang mengenalinya dan permusafiran kami ke pesta buku yang lepas…dan inshaa Allah akan ku titipkan buku ini sebagai temannya nanti…semoga bermanfaat!

Wassalam…


Wednesday, March 13, 2013

Perjalanan kehidupan...


~Perjalanan Kehidupan~

Di perjalanan kehidupan
Dalam pencarian ilmu dan pengalaman
Ku temukan insan dan ilham
Yang mengundang rasa bertuhan
Sejak sekian lama ku abaikan…

Perjalanan masa pantas berlalu
Masih  banyak jalan dan simpang yang harus ditelusuri
Banyak pula persinggahan yang menanti
Mencari hikmah di sebalik kehidupan
kadang keliru dalam membuat perhitungan…

Dalam perjalanan mencari Tuhan
Tersasar pula pada keindahan dunia yang  mengasyikkan
Sedang aku hanya insan… sering lupa dan terleka dengan yang fana
Walhal perjalanan usia semakin singkat
Seiring umur yang semakin meningkat

Namun perjalanan kehidupan tak terhenti di situ
Kerna kehidupan selepas kematian  itu tersangat pasti
Lantas mengapa dunia itu yang sering dicintai?
Seakan dunia itu kekal abadi…
Lalu… akheratnya bagaimana nanti…?


~dzatuun_nithaqaini~


Menanti di 'udara' bagai pungut rindukan bulan?  pasti bukan begitu...

nantikan saja andai ada rezeki dipendengaran... insha Allah!
Jumaat 10 malam di Ikimfm

Saturday, February 16, 2013

Nukilan oh nukilan ...kembali mewarnai!


Subhanallah…mashaAllah…Alhamdulillah! Sekian lama..terlalu lama rasanya… semenjak ke dua menjak yang aku tak pasti… segmen Nukilan di I.K.I.M kembali…yang aku juga tidak pasti samada ia kembali atau sememangnya ada je selama ini. Sebabnya  dah bertahun2 aku tak mendengarnya.  Suara Kak Fairuz mendeklamasika nukilan yang dihantar ke segmen tersebut dan aku sendiri pun tak pernah menghantar lagi nukilan sepanjang keberadaanku di UPM, kali terakhir yang aku dah tak ingat bila, rasanya di UMT lah kot… kira-kira 4 ke 5 tahun dah aku meninggalkan zaman tu.. huh hu…

So, disebabkan itulah ‘mood’ nak menulis timbul.. hehe. Dan inshaAllah selepas nie boleh dengar nukilan sendiri dideklamasikan kat radio lagi  kalau masih ada kesempatan, stok  nukilannya kan dah banyak, tak gitu? Sebenarnya dah lama aku tak menjadi pendengar setia I.K.I.M sebab tu ter’excited’ bila tiba2  malam td terdengar suara dj kt radio I.K.I.M macam biasa dengar…segmen nukilan adalah segmen kegemaran aku waktu zaman pencarian dulu2.. yelah waktu tu sangat bermakna dalam hidup seorang aku.. yang tak punya ramai kenalan, teman untuk mengadu dan bersama dalam aktiviti bermanfaat. Zaman-zaman awal perkenalan dengan ‘iman’ dan islam yang baru nak berputik mekar dalam hati seorang aku yang baru mula berjinak untuk sebuah perubahan dan penghijrahan dalam perjalanan mencari erti hidup bertuhan…

Saat waktu itu I.K.I.M adalah teman setia aku yang banyak menyedarkan aku tentang kepentingan ilmu, iman, ukhwah dan hidup bertuhankan Yang Maha Penyayang. Kenapa? Sebab waktu tu aku tak punya ramai kenalan dan sahabat yang bisa memberi dorongan kearah sebuah kebaikan. Sungguh! Kalau bukan kerana jagaan Dia mungkin saja aku terjerumus ke jalan yang salah. Kerana tika dan saat itu aku berada di samping mereka yang tidak pernah mengajak aku kepada kebaikan. Tapi kerna kasih sayangNya tuhan, bersama-sama mereka aku dapat membenteng diri dari terjebak sama ke lembah maksiat yang mereka jalani. Tapi mungkin bahananya terpercik juga pada diri aku tatkala bersama mereka kerna aku tak mampu merubah mahupun meninggalkan mereka. Bila memikirkan liku-liku perjalanan itu membuat aku kadang menyesal atas kelemahan diri namun disebalik itu tersemat hikmah buat diri ini yang hina ini.

Saat aku tidak bersahabat dengan mereka yang berukhwah dan berdakwah, aku hanya punya rasa hati, angan dan ingin yang ku pendam sendiri. Melalui tulisan ku luahkan rasa hati yang membahang rasa di jiwa yang kesepian tika itu.pada siapa lagi untukku mengadu? Selain Dia… nukilan bersama lah wadahnya untuk aku meluah rasa pada mereka yang tak pernah mengenal siapa aku…kerna siapa aku tidak penting…yang penting mereka telah berjaya mengubat rasa hati yang gundah hanya dengan air muka dan perwatakan yang ditonjolkan. Tanpa suara, tanpa bertemu muka tanpa saling mengenal, Allah memberi aku peluang dan ruang untuk merasakan perasaan itu di ketika itu. Perasaan perit, gundah, resah dan gelisah yang ku tanggung sendirian bertemankan Dia yang Maha Mendengarkan… Dia memberikan aku rasa berharap, pengharapan hanya kepadaNya yang sering aku luahkan kedalam diari dan nukilan yang kusimpan hingga kini. Pengharapan kepada insane, pengharapan tentang ukhwah, pengharapan tentang perjuangan yang membuat aku hanya berharap. Sebuah harapan! Pasti ku inginkan menjadi reality…dan ianya sebuah pengharapan yang tidak pasti namun kerana harapan itu akhirnya Dia membenarkan firmanNya, ‘Aku adalah mengikut sangkaan hambaku kepadaKu’. 

Dan akhirnya di bumi hijau bertuah aku akhirnya bertemu teman, sahabat, yang mengajarku erti ukhwah sebenar yang selama ini ku impikan. Dalam suasana yang baru, tempat dan sahabat baru, semuanya berjalana lancar mengikut perancanganNya. Sehingga itulah membuat diri ini mula mengenal erti hidup bertuhan mengenal erti hidup berjemaah. Kelangsungan itu membuat hidupku dipenuhi warna dan perjalanan tarbiyah membuat rutin harian tidak seperti dulu. Dan akhirnya bila Dia memberi aku kesempatan untuk merasa sibuk dengan aktiviti dakwah dan tarbiyah membuat aku leka dengan dunia baru, dunia yang penuh keindahan bagi aku ketika itu. Berada dalam kelompok yang sedikit yang memperjuangkan islam yang membuak rasa dijiwa. Segala-galanya sanggup aku korbankan waktu itu, semangat jihad yang mungkin saja mengalir dijiwa yang baru mahu mengenal erti perjuangan membuat aku sekali lagi taksub. Darah muda, di medan perjuangan yang aku keliru barangkali hingga suatu saat dan masa aku futur dan lelah dengan segalanya membuat aku terpesong sendirian,mula menjauh dan tenggelam dalam rasa bersalah…dan penyesalan berulang-ulang menjengah hati yang rawan. Selalu timbul rasa, adakah aku lebih baik dari aku yang dulu? Walaupun lahiriahnya ku akui perubahan besar berlaku dalam diri ini tapi masih ada rasa disebalik semua itu, aku merasakan perasaan yang ku punya dulu saat waktu sendiria bersama harapan kepada Tuhan lebih manis rasanya berbanding kelelahan berjuang yang aku sendiri rasakan…

Disitu kutemukan jawapannya, penghijrahan menjauhkan aku dari rutin lama yang menjadi pencetus kepada penghijrahan tersebut, kerna rutinku bertukar 180 darjah dari rutin ku dulu... terlalu jauh berbeza di tempat baru..namun itu juga suatu yang ku syukuri kerna dapat merasai nikmat tersebut, rutin yang lebih bermanfaat dan bermasyarakat..hehe. Jadi bilamana malam ini.. aku mendengarkan segmen nukilan, membuat aku mahu menulis dan sekali lagi aku telusuri kisah perjalanan seorang aku hanya kerana segmen nukilan itu telah banyak memberi memori indah dalam hidup seorang aku…dan Alhamdulillah, selautan syukurku padaMu Ya Rabb…mengembalikan kenangan silam untuk ku memuhasabah diri dan memberi sekali lagi peluang untuk aku memperbaiki diri yang makin kecundang ini…semoga malam ini ada langkahan baru untuk kumulakan episode kehidupan yang lebih baik esok hari dan hari-hari mendatang… inshaaAllah.. Berikan aku petunjuk jalan menuju keredhaanMu Tuhan, Yang Maha Penyayang…

16/02/2013
1.29 a.m
bilik 4 segi

Sunday, January 20, 2013

Permulaan sebuah perjalanan...

Bismillahirahmanirahim...




Huhu..takde apa yang spesel nak ditulis...cover amende yang kat atas tu??? alkisahnya...aku sedang berangan nak meneruskan cita-cita menjadi penulis!!! hehe...perasannyer.... ada orang cadangkan aku bukukan nukilan2 aku tu...so..nie langkah pertama..siapkan cover dulu...ngeh2...biarlah..biarkan aku berangan...semoga menjadi pencetus untuk aku terus menulis...

Agak2 ada ke yang nak beli... kalau betul impi menjadi realiti? haha..jauhnye berangan...walaupun aku tak cukup yakin...kadang2 bila semangat membara mengedit tulisan aku berangan je...dan kadang takde mood nak melayan....haduhai.... dalam dilema nak beli laptop sekarang nie sebenarnya...perlu ke aku beli???